Laman

Rabu, 03 Juli 2013

5 Cermin Terunik



1. Cermin narsis
Cermin ini dibuat dari desainer Prancis yang sebelumnya telah memiliki sejumlah koleksi cermin menarik macam Matali Crasset, Ich & Ka, dst. Menurut pembuatnya, cermin narsis ini merupakan bagian dari cermin seniman. Poin penting dari cermin ini adalah kualitas, desain, dan frame pengerjaan.
Koleksi Cermin Narsis

2. Cermin setrika
Sebuah konsep menarik yang dibuat desainer Aissa Logerot. Cermin inovatif ini dapat digunakan sebagai alas menyetrika ketika miring dan membuat cermin dalam posisi horisontal. Menurut Aisa, cermin ini objek penghubung antara dua aksi secara berurutan:. setrika pakaian dan make-up.
Cermin Setrika

3. Cermin How Tall Are You
Apakah Anda tergolong bertubuh mini seperti Kylie? Atau besar seperti Hulk Hogan? Mengukur tinggi badan sekarang sudah jarang dilakukan, namun sekarang kita semua bisa mengukur ketinggian seperti tinggi selebriti saat ini. Mirror 120 memiliki daftar ketinggian yang benar-benar real.

Cermin How Tall Are You

4. Cermin Touch Screen MP3
Tidak lagi sebatas cermin. Cermin Maitre Stocco memiliki layar sentuh konsol di sudut kanan bawah, menawarkan program yang mudah dalam pengoperasian radio, tanggal, barometer, dan MP3 player, sehingga Anda bisa menyanyi sesuka hati Anda pada waktu di mandi atau saat berpakaian.
Cermin Touch Screen MP3

5. Cermin interaktif
Dirancang oleh Alpay KASAL, patennya menunggu akses kemampuan cermin. Ada fitur interaktif dari cermin ini seperti sensor jarak, sensor penunjuk, dan kombinasi dari kedua sensor tadi, sekaligus penyebaran polutan inframerah. (**)

Tempat Wisata Di Kota Paris


Tempat Wisata Di Kota Paris


1.      Menara Eiffel


Tempat wisata ini adalah hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Meski dibangun untuk merayakan seabad revolusi Perancis, pembuatannya sendiri mengundang kritik dari seluruh Perancis.

Kalangan seniman menilai tidak adanya keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Perancis ini tetap setia dikunjungi jutaan orang setiap tahun. Mungkin lebih banyak orang yang ingin melihat Paris dari ketinggian 275 meter lewat Dek Observasi, termasuk Tom Cruise yang melamar Katie Holmes di restoran yang terkenal romantis.

2. Champ Elysee

Menjadi salah satu kawasan elit di Paris yang digunakan sebagai tempat wisata. Di sini agan akan menemukan etalase berisi barang dan parfum ternama, selain cafe-cafe mahal yang berjejer di sepanjang jalan.

Kenyamanan pedestrian juga terjamin, mengingat lebarnya bagian trotoar di sini. Dulunya, bilangan ini pernah digunakan tentara Sekutu untuk berpawai merayakan kemenangan pada PD II.

3.Arch de Triomphe

Di ujung lain Champ Elysee, tempat wisata yang akan agan temukan adalah bangunan menyerupai gapura besar.

Arch de Triomphe dibangun Napoleon pada 1806 sebagai simbol kemenangan Perancis. Sayangnya, “Si Pendek” Napoleon keburu digulingkan sebelum bangunan ini rampung didirikan.

4.Place de la Concorde

Lain lagi dengan cerita Place de la Concorde . Tempat wisata yang merupakan alun-alun terluas di Paris ini, dibangun pada 1755 di lahan seluas 86.400 meter. Ciri khas tempat ini adalah monumen dan air mancur.

Dulunya, kaum bangsawan tertawa-tawa sambil menonton eksekusi terbuka para penjahat hingga penentang kerajaan. Pasca Revolusi Perancis, ganti wajah-wajah para borjuis itu yang murung menghadapi eksekusi. Nama tempat wisata ini sendiri berubah beberapa kali. Dimulai dari “Place Louis XV”, “Place de la Révolution”, dan terakhir “Place de la Concorde” sebagai simbol rekonsiliasi

5.Notre Dame de Paris

Adalah sebuah katedral tua yang menjadi salah satu warisan terbaik arsitektur gotik Perancis. Mulai dibangun sejak 1163, katedral ini baru benar-benar rampung di tahun 1345. Selain menjadi tempat wisata, katedral “Bunda Kita di Paris” masih digunakan untuk misa Uskup Agung Perancis. 

MDers yang berkunjung ke tempat ini, juga bisa menikmati kesejukan sungai Seine, tak jauh dari bangunan ini.

6.Musee Du Louvre

Museum Louvre merupakan salah satu museum seni terbesar di seluruh dunia. Jika anda tidak menyukai seni, tetapi ingin memenuhi rasa ingin tahu anda akan lukisan Monalisa (di Paris disebut “la joconde”), atau mungkin tertarik karena buku “The da vinci Code”, anda tetap harus masuk ke museum ini.

Dahulu gedung yang dijadikan museum Louvre adalah istana (Palais de Louvre) yang dibangun tahun 1190 dan mengalami tahap penyelesaian menjadi seperti gedung yang terlihat saat ini di tahun 1870. Dan tahun 1989 arsitektur Amerika asal China, I.M Pei membuat piramida kaca yang dijadikan salah satu dari 3 pintu masuk.

Untuk bisa menikmati Museum yang memamerkan lebih dari 35000 obyek seni dari jaman pra-sejarah hingga abad ke-19 ini, anda harus datang pagi-pagi sekitar jam 09.00 karena antrian yang panjang, dan anda pasti tidak akan menyia-nyiakan uang 9 euro anda setelah membayar tiket masuk.

7.Parc de Sceaux

Taman indah di selatan Paris, tidak ada tiket masuk, anda dapat menikmatinya selama anda mau, piknik, berfoto di taman, depan kanal dan danau buatan, atau kastil, bermain bola atau merebahkan diri di atas rumput.

Transportasi yang akan membawa anda ke Parc de Sceaux : Metro atau RER yang turun di Stasiun Parc de Sceaux.

8.Le Pere de Lachaise

Kompleks pemakaman ini berada di 16 rue de Repos, arrondissment 9. Komplek pemakaman seluas 118 acre yang berisi makam orang-orang terkenal seperti antara lain penyanyi Edith Piaff, Jim Morrison, Chopin, dan Oscar Wilde.

Buka jam 08:00 – 19:00. Biaya masuk gratis, peta dijual 2 euro di pintu masuk. Kuburan di sini pun seperti karya seni, dengan bentuk makam yang besar dan unik.

9.Musee D’Orsay

62 Rue de Lille, Paris arrondissement 7, dulunya adalah bekas stasiun kereta Gare d”orsay yang dibangun tahun 1898 hingga tahun 1910. Galeri seni kedua terbesar di Paris ini memamerkan karya-karya seni pelukis Perancis yang dibuat sejak tahun 1848 hingga tahun 1915.

Bentuk seni yang dipamerkan lukisan, foto, patung dan furniture dari perupa aliran impressionist dan post-impressionist seperti Monet, Manet, Renoir, Degas, Cezanne, Seurat, Gauguin dan Van Gogh.


10.Gereja Sacre Coeur & Montmartre

Terletak di 35 Rue de Chevalier-de la barre, Montmartre, Basilica bergaya Bizantin yang dibangun antara tahun 1876 dan 1912 ini menjadi ikon yang mencolok di distrik terindah Paris. Dari atas gereja anda akan disuguhi pemandangan kota Paris yang terhampar di bawahnya.

Berjalanlah ke bagian lain dari Montmartre di belakang gereja, anda akan disambut banyak pelukis jalanan dan juga café –café serta restoran yang nyaman. Montmartre adalah bukit tertinggi di sekitar Paris, yang terkenal sebagai “rumah” dari banyak perupa terkenal dunia seperti Dalí, Modigliani, Monet, Picasso, van Gogh, Matisse, Renoir, dan Degas.

KOPI LUWAK


KOPI LUWAK

Kopi Luwak adalah kopi yang tercipta dengan proses seleksi alami melalui binatang Luwak (Paradoxorus hermaproditus). Abad ke-18 adalah awal dimulanya sejarah kopi Luwak di Indonesia. Saat itu pemerinta Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satu yang dibudidayakan adalah bibit kopi arabika, didatangkan langsung dari Yaman. Pemerintah Belanda Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) sangat melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk dikonsumsi pribadi.
Hingga akhirnya suatu hari pekerja perkebunan menemukan kotoran binatang mengandung butiran biji kopi di area perkebunan dan ternyata yang mereka temukan adalah kotoran binatang sejenis musang yang suka mengkonsumsi biji kopi. Karena ada larangan memetik biji kopi perkebunan, maka para petani mengumpulkan Biji kopi pada kotoran luwak dan memprosesnya dengan cara mencucinya terlebih dahulu, kemudian disangrai dan ditumbuk, lalu diseduh dengan air panas seperti layaknya membuat sevangkir kopi pada umumnya. Ternyata petani merasakan sensasi berbeda dari kopi yang mereka temukan. Rasa dan aroma kopi tersebut sangat berbeda dengan kopi pada umumnya, kopi luwak dirasa jauh lebih nikmat dari kopi biasa. Maka sejak itu terciptalah kopi luwak.
Kabar mengenai nikmatnya Kopi Luwak hasil penemuan petani tersebut akhirnya tercium oleh orang Belanda pemilik perkebunan. Dan sejak itu pulalah kopi luwak menjadi minuman kesukaan kalangan elit Belanda. Namun karena kelangkaannya serta proses pembuatannya termasuk tidak lazim, kopi luwak pun menjadi kopi termahal didunia sejak zaman kolonial. Dalam sehari seekor Luwak hanya bisa memproduksi sekitar 0,2-0,4 kg biji kopi. Itu jugalah mengapa kopi luwak asli bisa menjadi sangat mahal, karena produksinya yang sangatlah terbatas. Di dunia ada dua jenis kopi luwak terbaik yaitu kopi Luwak dari biji kopi robusta dan arabika. Jenis arabika adalah yang pertama kali di kembangkan di dunia, berasal dari spesies kopicoffea arabica.


MAROON 5


MAROON 5
Kara’s Flowers dan pembentukan Maroon 5 (1994 – 2001)

Empat anggota asli dari Maroon 5 telah saling kenal sejak menghadiri Sekolah Brentwood bersama di Los Angeles. Sementara menghadiri Sekolah Brentwood, Adam Levine dan Jesse Carmichael bergabung dengan Mickey Madden dan Ryan Dusick untuk membentuk Kara’s Flowers, band garasi / grunge. Band ini memainkan pertunjukan pertama di Whisky a Go Go pada 1995. Sementara mereka sedang bermain pesta pantai di Malibu, indie produser Tim Allen mendengar mereka bermain dan ditawarkan untuk menjadi pengelola mereka, yang akhirnya menyebabkan kesepakatan mereka dengan Reprise Records dan produser Rob Cavallo. Sangat awal, suara mereka adalah apa yang disebut Carmichael “Fugazi dan System of a Down meet Sesame Street”. Namun, dengan rilis The Fourth World (album) pada tahun 1997, mereka telah berubah menjadi band pop. Meskipun harapan yang tinggi dari perusahaan band dan rekaman, album single mereka gagal dibuat dan “Soap Disco” adalah suatu kegagalan. Menurut Levine, kegagalan album ini adalah suatu “kekecewaan besar” yang hampir membuat mereka bubar pada tahun 1998. Levine dan Carmichael kuliah di Long Island, New York, sementara Madden dan Dusick tinggal di rumah di LA, dan menghadiri satu semester kuliah di UCLA. Untuk sementara, Levine dan Carmichael mengenal untuk pertama kalinya ke Puji-pujian, hip-hop dan R & B yang sebagian besar dari teman sekolahnya yang afrika-amerika. Levine menginformasikan perubahan band ke gaya baru, katanya:
“Saya menghabiskan banyak waktu di New York di mana saya terkena budaya urban dan hip-hop dengan cara yang belum pernah terjadi pada saya di LA. Itu membuat saya mengetahui berbagai macam genre musik baru yang memiliki dampak ke perubahan besar di lagu saya.”
Ketika dua kembali pada tahun 2000, mereka membawa pengaruh orang-orang dengan mereka. Sam Farrar (bassis untuk Phantom Planet dan mantan teman sekamar Levine dan Valentine) mengatakan bahwa lagu Aaliyah “Are You That Somebody?” dipengaruhi band dan dipengaruhi lagu “Not Coming Home.” Jordan Felstein, seorang teman Levine’s keluarga dan agen junior di ICM, dihentikan oleh salah satu latihan band dan begitu terkejut, oleh apa yang ia dengar, bahwa ia berhenti dari pekerjaannya untuk mengelola band secara penuh. Band mengumpulkan demo yang ditolak oleh beberapa label, sebelum jatuh ke tangan para eksekutif di Octone Records–James Diener, Ben Berkman dan David Boxenbaum. Terutama sangat terkesan dengan lagu “Sunday Morning”, Berkman mendorong tiga lainnya untuk terbang ke L.A. untuk mengamati Kara’s Flowers di mereka menampilkan pertunjukan di ruang Viper. Setelah menonton Levine panggung, mereka yakin, dan Kara’s Flowers menjadi label baru mereka.
Octone segera bersikeras bahwa band mengubah namanya untuk istirahat dari masa lalu pop-rock. Juga, label mulai mencari gitaris untuk menspesialkan Levine untuk fokus tampil sebagai vokalis. James Valentine (dari L.A. band Square) direkrut untuk pekerjaan. Bahkan masih, hanya lagu-lagu mereka repertoar yang dipamerkan arah baru band itu “Sunday Morning” dan segera-untuk–ditulis “She Will Be Loved” baik yang label disetujui sebagai singel pertama. Band ini melakukan tur selama setahun penuh sebelum memasuki studio dengan produser Matt Wallace. Levine’s frustrasi dengan tuntutan Berkman’s lead single terinspirasi untuk menulis hal itu? sebuah lagu yang berjudul “Harder to Breathe”..

Slurpee


Slurpee

Pada akhir tahun 1969, 7-Eleven telah mencapai 3.500 gerai di AS dan menjadi internasional dengan membuka gerai di Kanada. Tahun 1974, 7-Eleven mencapai 5.000 gerai dan mulai merambah Jepang. Pada tahun 1980-an perusahaan-perusahaan migas mengubah pom-pom bensin menjadi toko kelontong. 7-Eleven berusaha mengatasi keadaan tersebut dengan mengakuisisi perusahaan penyulingan migas, Citgo.

Pada bulan Oktober 1987; indeks harga saham gabungan di bursa saham AS jatuh hingga melampaui angka 30%. Peristiwa yang lebih dikenal dengan Black Monday itu membuat 7-Eleven memiliki hutang 4,1 milyar Dolar AS. Kondisi tersebut diperparah dengan pasokan barang yang tidak teratur. Setiap minggu lebih dari 80 kali pengiriman dilakukan pada jadwal berbeda dan bahkan sering di waktu orang-orang sedang berbelanja yang menyebabkan terganggunya pelayanan.
 Ito Yokado mengubah 7-Eleven dengan menyentralisasi distribusi barang, mengisi toko-toko dengan makanan segar, dan membangun jaringan informasi yang canggih sehingga para manajer bisa mengatur stok barang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Kunci keberhasilan 7-Eleven mengalahkan saingannya Lawson dan FamilyMart adalah karena terus berinovasi. 7-Eleven berhasil membuat orang Jepang membeli onigiri di toko mereka dengan cara memakai kemasan khusus yang memisahkan nasi dari rumput lautnya sehingga tetap kering. Inovasi lain adalah 7-Eleven meminta para kasirnya untuk mengisikan uang tunai yang diterima ke dalam ATM yang ada dalam toko. Manfaatnya, uang tunai tersebut tidak usah diantar ke kantor pusat lagi, uang kas yang diterima menjadi lebih aman berada dalam mesin ATM, serta bank tidak perlu datang mengisi mesin ATM tersebut lagi. 

Pada 23 April 2007, 7-Eleven meluncurkan kartu Nanaco (dalam bahasa Jepang, nana artinya tujuh). Kartu ini adalah kartu uang elektronik tanpa sentuhan yang bersifat prabayar dan dapat di-charge ulang. Di Indonesia layanan yang mirip seperti ini adalah kartu Flazz BCA. 7-Eleven mendapatkan informasi yang sangat berharga dari kartu ini. Mereka dapat mengetahui apa dan kapan konsumen membeli sesuatu sehingga mereka dapat mengatur logistiknya dengan tepat. Jaringan toko akan mendapat suplai sebanyak 9 kali dari pusat distribusi. Semua makanan yang dikirimkan diatur sesuai dengan suhu dan perkiraan waktu pembelian konsumen sehingga akan selalu segar pada saat konsumen membelinya. Kesegaran ini merupakan perhatian utama jaringan ini. Bahkan kopi hanya akan dipertahankan selama 1 jam, sesudah itu harus dibuang. 

Untuk menjaga kesegaran makanannya, mereka membaginya berdasarkan suhu. Makanan beku dikirimkan pada suhu -20° C, makanan dingin dikirimkan pada suhu 5°C, nasi pada suhu 20°C, dan makanan diproses pada suhu ruangan. Untuk mengantisipasi resiko lalu lintas yang tidak pasti, mereka memiliki alternatif transportasi seperti sepeda motor dan helikopter. Tidak mengherankan, pada saat gempa bumi Kobe sebesar 6,8 SR terjadi pada 17 Januari 1995 pukul 05.46 pagi, dengan memanfaatkan kekuatan logistiknya, mereka mampu mengirimkan 64.000 bola nasi sebagai amal ke kota tersebut sebelum pukul 11 siang dengan memakai 7 helikopter dan 125 sepeda motor.

Visi dan misi mereka adalah Servant Leadership dan The 7-Eleven Way. Servant Leadership didefinisikan dengan 3C, yakni capacity (apa yang dapat dilakukan untuk memimpin), commitment (apa yang ingin dilakukan untuk memimpin), dan character (apa yang akan dilakukan untuk memimpin). The 7-Eleven Way didefinisikan dengan singkatan I CARE yang merupakan singkatan dari Integrity, Customer Focus, Accountability, Recognition dan Excellent Execution.

Pada awal tahun 2000-an, 7-Eleven telah mencapai 25.000 gerai. Kini 7-eleven telah mencapai 46.000 gerai di seluruh dunia.

7-Eleven


SEJARAH SEVEN ELEVEN

Tahun 1927 seorang pegawai Southland Ice Company, Jefferson Green, mulai menjual susu, roti, dan telur di depan pabrik pembuat es itu. Dia menjual banyak barang-barang tersebut pada hari Minggu dan malam hari ketika toko-toko kelontong telah tutup. Mengetahui hal tersebut, Joe C. Thompson Jr., salah satu pendiri Souhtland Corporation, mulai menjual barang kebutuhan sehari-hari di lokasi lain. Ia menyadari bahwa cepat atau lambat lemari es akan menghancurkan bisnis esnya jadi ia membuka jaringan toko kelontong. Saat itu, perusahaan tersebut memiliki 21 toko. Dalam waktu 10 tahun, perusahaan telah berkembang menjadi 60 toko.

Ketika kendaraan menjadi barang umum, Southland mulai menjual bensin pada tahun 1928. Tahun 1936 banyak orang datang dari jauh untuk berbelanja di para penjual di pinggir jalan. Dengan menjual minuman keras dan bir, penjualan meningkat secara dramatis, dan toko mulai tumbuh lagi meski saat itu masih dilanda depresi ekonomi.

Awalnya toko itu lebih dikenal dengan nama Tote'm karena para pembeli membungkus barang belanjaan mereka. Beberapa toko bahkan memakai tiang Tote'm asli di depan toko mereka. Tahun 1946 nama Tote'm diubah jadi 7-Eleven yang menandakan bahwa toko buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam tiap harinya.

Tahun 1963, 7-Eleven di Austin yang berdekatan dengan Universitas Texas, dipenuhi oleh konsumen setelah sebuah pertandingan American Football usai. Toko tersebut mulai buka 24 jam setiap akhir pekan. Minuman semi beku berkarbonasi Icee adalah salah satu alasan konsumen datang ke 7-Eleven. Tahun 1965 Icee diubah namanya menjadi Slurpee.

Asal Mula Google


Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.




Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).